Klik gambar untuk memperbesar
Deskripsi
Tingkat keamanan dan Ketertiban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat digambarkan melalui angka kriminalitas. Berdasarkan data yang bersumber dari Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah kriminalitas dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 menunjukkan tren/ pola menurun. Penurunan ini terjadi baik dari Jumlah Tindak Pidana (JTP) maupun Penyelesaian Tindak Pidana (PTP). Pada Tabel 2-1, terlihat bahwa di tahun 2014 total JTP mencapai 2.158 kasus dan PTP mencapai 1.282 kasus.
Angka tersebut menurun drastis di tahun 2018 dengan total JTP sebesar 331 kasus dan PTP sebesar 210. Dilihat dari Jumlah Tindak Pidana, penurunan kasus mencapai 84,66 persen sedangkan Penyelesaian Tindak Pidana menurun hingga 83,62 persen. Sementara itu, jenis kriminalitas yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung meliputi narkoba, pembunuhan, penculikan, seksual, penganiayaan, pencurian, perampokan, pemerasan, penipuan, pemalsuan uang, pembakaran, penyelundupan, dan lain-lain.
Narkoba merupakan kriminalitas tertinggi dari tahun ke tahun sejak tahun 2014. Berbeda dengan total keseluruhan kriminalitas, jenis kriminalitas narkoba berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, terdapat 188 Jumlah Tindak Pidana Narkoba kemudian naik menjadi 227 Jumlah Tindak Pidana di tahun 2015. Jumlah Tindak Pidana Narkoba Kembali turun di tahun 2016 menjadi 107 kasus dan kembali naik di tahun 2017 menjadi 257 kasus. Pada tahun 2018, Jumlah Tindak Pidana narkoba turun menjadi 121 kasus.
Kondisi tersebut juga terjadi pada jumlah Penyelesaian Tindak Pidana yang mengalami tren fluktuatif. Sebagai wilayah yang menganut sistem demokrasi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga memfasilitasi aspirasi masyarakat lewat demonstrasi/unjuk rasa. Polda Kepulauan Bangka Belitung mencatat, terdapat berbagai jenis demonstrasi/unjuk rasa yaitu bidang politik, bidang ekonomi, dan pemogokan kerja. Berdasarkan Tabel 2-2, jumlah demonstrasi/unjuk rasa menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 tercatat terdapat 5 demonstrasi/unjuk rasa yang ditangani Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan Tabel 2-3, terdapat 14 aliran kepercayaan masyarakat yang dianut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2018. Sementara itu, Kesbangol juga mencatat terdapat 35 konflik yang terjadi pada tahun 2018. Jumlah tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 120 konflik