Klik gambar untuk memperbesar
Deskripsi
Keberhasilan perlindungan lingkungan hidup dapat dilihat dari data terkait pencemaran atau kerusakan lingkungan yang ada. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tabel 4-1, jumlah penanganan kasus tindak pidana sektor kehutanan bertambah dari 2 kasus di tahun 2017 menjadi 5 kasus di tahun 2019. Sementara itu, luas lahan yang berstatus sangat kritis, kritis, dan agak kritis mengalami penurunan selama periode tahun 2017 hingga tahun 2019. Berbanding terbalik dengan lahan yang berstatus potensial kritis yang mengalami kenaikan di tahun 2017 hingga tahun 2019.
Luas kawasan hutan yang mengalami kerusakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan di tahun 2018 yang kemudian meningkat kembali di tahun 2019. Apabila dilihat menurut jenis kerusakan kawasan hutan, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017 ada sebanyak 2.047 hektar. Di tahun 2018 menurun drastis hingga menjadi 10 hektar yang kemudian mengalami kenaikan kembali di tahun 2019 menjadi 1.423 hektar.
Sementara itu, luas kawasan hutan yang menjadi lahan tambang di tahun 2017 sebanyak 39.588 ribu hektar yang kemudian menurun di tahun 2018 menjadi 5 hektar dan meningkat kembali di tahun 2019 menjadi 8.291 ribu hektar. Untuk kawasan hutan yang mengalami perambahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017 ada sebanyak 153 hektar. Angka ini menurun di tahun 2018 menjadi 15 hektar dan kemudian mengalami kenaikan yang cukup drastis di tahun 2019 menjadi 14.579 hektar.
Berdasarkan Tabel 4-2, jumlah kejadian bencana di tahun 2016 hingga tahun 2020 memiliki angka yang fluktuatif. Di tahun 2016, terjadi 236 kali bencana, lalu mengalami kenaikan menjadi 274 bencana di tahun 2017, hingga kemudian menurun drastis di tahun 2018 menjadi 38 kasus bencana. Di tahun 2019, jumlah kasus bencana kembali mengalami kenaikan menjadi 78 kali dan menurun kembali menjadi 66 kali bencana di tahun 2020. Apabila dilihat menurut jenis bencana, bencana banjir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2016 hingga tahun 2020 terus mengalami penurunan.
Di tahun 2016, terjadi 151 kali bencana banjir yang kemudian terus menurun menjadi 18 kali bencana banjir di tahun 2018 hingga 5 kali bencana banjir di tahun 2020. Bencana cuaca ekstrim di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2016 hingga 2020 memiliki angka yang berfluktuasi. Di tahun 2016 terjadi 23 kali bencana cuaca ekstrim yang kemudian mengalami kenaikan menjadi 38 kali bencana cuaca ekstrim di tahun 2017. Di tahun 2018, hanya satu kali bencana cuaca ekstrim terjadi sampai akhirnya tidak ada bencana cuaca ekstrim di tahun 2019. Sementara itu, di tahun 2020, bencana cuaca ekstrim kembali terjadi hingga mencapai 24 kali.